Saturday, June 28, 2014

Selamat Datang Bulan Suci



Alhamdulillah. Begitu bibir ini bertasbih akan karunia Allah. Kembali dipertemukan dengan bulan nan suci. Bulan amal untuk memperbanyak pahala. Bulan Ramadhan. Rasanya sungguh bahagia masih diberi kesempatan menjalankan ibadah pada bulan Ramadhan ini.

Berharap ibadah kali ini bisa lebih baik dari ibadah-ibadah biasanya dan ibadah bulan suci tahun lalu. Berharap bisa memperbanyak amalan-amalan untuk meraih pahala ibadah. Sehingga bisa kembali fitri. Kembali menjadi pribadi yang lebih baik. Aamiin..

Selamat datang bulan suci. Aku akan menjalani hari-harimu dengan baik. Meskipun ini pertama kalinya aku menjalankan ibadah ramadhan tanpa kehadiran Malaikat Keluargaku. Semoga aku dan sekeluarga bisa khusyu’ menjali ibadah suci Ramadhan tahun ini. Aamiin..

Prau-Sikunir

Kalau ramadhan tahun kemarin disambut dengan mengunjungi Sindoro. Maka ramadhan tahun ini disambut dengan mengunjungi Prau dan Sikunir. Kalau ramadhan tahun kemarin mengunjungi Sindoro H-1 puasa. Kalau ramadhan tahun ini cukup H- seminggu (20-21 Juni 2014) puasa saja. Hohohoo

Sebenarnya ini bukan pertama kalinya aku ke Prau. Karena pada November tahun lalu aku pernah main ke Prau juga bersama duo tengil Wisnu dan Ito. Eehh kunjungan ke Prau ini juga sama Wisnu lagi, tapi nggak sama Ito soalnya dia sok sibuk. Ditambah teman dari Jakarta Rega. Aslinya sih emang ke Prau buat nganter rega.

Lawu lagi? Hmmmm

Sebenarnya hampir aku nggak akan menuliskan tentang perjalanan ke Lawu ini. Soalnya selalu punya kesan buruk disana. Tapi nggak adil banget, kalau setiap perjalanan ke Gunung selalu aku torehkan dalam goresan pena sedangkan perjalanan kali ini nggak ada. Yah, semoga dengan menuliskan perjalanan ke Lawu ini ada banyak hal yang bisa diambil manfaatnya (terutama aku pribadi).

Ada banyak hal yang tidak kita sadari, bahwa ada pelajaran di setiap perjalanan

Wednesday, June 25, 2014

Salamku Untukmu



Ku kirimkan salam rindu
Kepadamu duhai kekasih
Melalui angin yang berhembus
Dalam kehidupan pecandu asmara

Ku kirimkan salam cinta
Kepadamu duhai kekasih
Melalui derasnya hujan
Yang kan menghadirkan pelangi

Salamku untukmu
Selalu dan selamanya
Dalam sebuah do’a


Bantul, 14 Juni 2014, 07:10PM

Thursday, June 19, 2014

Kehidupan


Sudah harus disadari jika dalam kehidupan ini pasti ada yang datang dan pergi. Apapun itu. dan kita, harus siap menghadapinya (Molydha)

Tuesday, June 17, 2014

Pigura Ucapan #2



Sebenarnya ini bukan karya saya. Tapi karya teman yang saya todong untuk membuatkan kartu ucapan. Awalnya cuma minta tolong nulisin di kertas kecil gitu, yang nantinya akan saya kreasikan sendiri. Malah sama dia di tulis dikertas yang lebar. Alhasil nggak masuk di amplop yang telah saya bikin. Dengan tangannya yang terampil dibikinlah kartu ucapan itu dengan tempelan ornamen dan beberapa goresan untuk mempertegas. Kata beliau, dikasih ornamen burung biar mempelai besok banyak anaknya. Hahahahhaa. Filosofi yang lucu. Supaya lebih cantik hasil akhir diberi pigura poster. Jadi deh pigura ucapan untuk pernikahan teman saya. Simpel dan cantik bukan? (=^.^=)


Note : Selamat menempuh hidup baru Mbak Nisa dan mas Mahdi :)

Wednesday, June 11, 2014

Fokus dan Rileks


mantra yang saya tulis di dinding samping meja belajar :D

Adalah mantra pengontrol keseimbangan diriku saat ini. Mengapa dinamakan mantra, apakah ini semacam sihir? Oh jelas tidak. Ini fokus dan rileks, bukan abracadabra1 atau pun expeliarmus2. Dinamakan mantra karena fungsinya menyerupai mantra sihir, dapat mempengaruhi seseorang sesuai dengan mantra yang diciptakan. Lalu, apa mantra pengontrol itu?

Merindukan Alam

Merindukan alam......

Merapi dari pos3 Merbabu

Tuesday, June 10, 2014

Pilihan

Pada awalnya semua orang bangga dengan pilihannya. Tetapi tidak semua orang bisa setia dengan pilihannya. Memilih memang mudah. Bertahan pada pilihan itu yang sulit.

Sunday, June 8, 2014

Labirin Hatimu



Seperti berjalan dalam labirin hatimu. Tiada yang mengira akan tersesat sejauh ini. Mengendap-ngendap. Mencari celah. Oh sungguh, aku tak berdaya. Labirinmu luas. Tak terhingga. Aku tak sanggup meneruskan langkahku. Tapi, aku tak tahu jalan keluarnya.