Thursday, December 12, 2013

Mencintai dalam Do'a



Jika aku mengharuskan untuk berkata
Berkata tentang cinta
Aku hanya bisa berkata :
Aku mencintaimu dalam do’a

Tak perlu aku jelaskan
Tak perlu ada alasan
Karena aku hanya bisa berkata
Aku mencintaimu dalam do’a

Tak perlu kau takut
Apalagi tersudut
Karena tak bisa membalas
Segala apa yang aku rasa

Tak perlu kau khawatir
Apalagi menjadi getir
Jika semuanya
Hanya menyakitiku

Karena aku tak pernah meminta
Apalagi memaksa
Biarlah hati yang bicara
Karena aku mencintaimu dalam do’a


Jogjakarta 11-12-13
21:13

Rindu dalam Do'a



Sepekat kabut di Semeru
Setinggi kegagahan puncak Mahameru
Hati ini merindu

Sebening air di Ranu Kumbolo
Sedingin angin di Arcopodo
Hati ini merindu

Jika ia cinta biarlah suka
Tak ingin terluka
Hingga tak berharap apa-apa
Tapi jika ia rindu biarlah ia beradu

Cukup simpan rapat
Hingga pekat
Karena rindu ini
Rindu dalam do’a


Jogjakarta 11-12-13
19:09

Curahan Hati



Kalian berdua, iya kalian berdua..
Sungguh pemain sandiwara yang hebat..
Sungguh pembohong terlihai..
Sungguh jahat..

Mengapa kalian tak jujur?
Mengapa kalian tak katakan yang sebenarnya?
Mengapa kalian berbohong?
Mengapa?

Atau kalian pikir,
aku ini boneka yang bisa kalian mainkan sesuka hati?
Kalian jejali aku kata-kata bulus
Kalian ceritakan cerita-cerita palsu

Atau kalian pikir,
Aku hanya patung yang hanya bisa diam
Hingga kalian bebas sesuka hati berkata apa
Hingga kalian bebas berceloteh karangan apa saja

Ah tapi kenapa aku peduli?
Ah tapi kenapa aku jadi sebal sendiri?

Aku ini manusia,
Aku ini perempuan,
Aku ini punya hati
Tolong pahami itu!

Yasudahlah, aku cukup tahu saja
Biarkan waktu yang menajawabnya

Aku sudah tidak peduli, terimakasih


Jogjakarta 6 Desember 2013, 20:37

Hujan dan Kamu



Pernahkah kita punya kenangan akan hujan wahai laki-laki pencakar langitku?
Karena setiap tetesannya selalu mewakili perasaanku akanmu
Karena setiap tetesannya selalu mengalir kenangan tentangmu
Karena setiap rintikannya selalu terbayang-bayang akan dirimu

Akan dirimu yang hebat
Akan dirimu yang berwibawa
Akan dirimu yang berani
Akan dirimu yang tegas
Akan dirimu yang… aahh tak sanggup tertuliskan

Hanya hati ini yang tahu,
Hanya hujan yang tahu
Karena ini tentang hujan dan kamu…

Bantul, 4 Desember 2013

Tentang Laki-laki Pencakar Langit



“Seperti embun pagi yang tak perlu warna untuk membasahi dedaunan, begitu juga aku, tak perlu alasan untuk menyukaimu..”

Ya, tak ada alasan aku menyukaimu,
Tak ada alasan aku begitu mendamba mu,
Bahkan tak ada alasan mengapa hati ini mengukir namamu
Karena yang aku tahu, aku hanya menyukaimu. Tak lebih

Aku tak pernah tahu, apakah kau tahu aku menyukaimu,
Aku tak pernah tahu, apakah kau telah memiliki kekasih,
Aku tak pernah tahu, apakah aku ini pantas untukmu,
karena yang aku tahu, aku hanya menyukaimu. Tak lebih.

Bagiku, kau laki-laki pencakar langit.
Hanya melihatmu bahagia, cukup bagiku.
Bagiku kau hanya laki-laki pencakar langit.
Tinggi, dan tidak mudah digapai.
Dan aku hanya menyukaimu. Tak lebih.

Bantul, 4 Desember 2013

Ngadem di Merbabu yang Kelabu #Merbabu 2

Ini adalah pengalaman pertama saya mendaki gunung dengan teman-teman pendaki dari sebuah kelompok pendaki non mahasiswa. Biasanya saya mendaki gunung dengan teman-teman saya di UGM atau dari MAPALA (Mahasiswa Pecinta Alam) sebuah universitas. Namun kali ini berbeda, saya naik gunung bareng dengan pendaki dari TEMPE (Teman Pendaki) Kartosuro, dan POKPINK –singkatannya lupa- dari Ceper, Klaten.

Ceritanya bisa bareng mereka adalah ketika mas Hanif dari TEMPE ini ngajakin buat mendaki merbabu. Kebetulan lagi nggak ada acara, yaudah ikut aja. Kenalan dengan mas Hanif ini juga di sebuah acara di Camping Bani Saman, karena sama-sama IPM makanya nyambung. So, biar nambah temen dan pengalaman, saya pun menerima ajakannya. Dengan asumsi menjajal mendaki bareng bersama teman-teman non mahasiswa.