Showing posts with label Asal Ngoceh. Show all posts
Showing posts with label Asal Ngoceh. Show all posts

Thursday, July 20, 2017

Bunuh Diri

Udah pada tahu berita pacar (atau mantan pacar) Awkarin yang diberitakan meninggal bunuh diri (yang belum ada klarifikasi benar nggaknya)? Oke aku nggak bahas konteks itu. Tapi aku gemes sama yang kasih komentar di IG Awkarin. WAIT….!!!!! Aku nggak follow IG Awkarin ya, tapi apalah daya kalo komen-komen tentang itu pada dibahas di temlen twitterku. Mau nggak mau sungut radar kepoku mancar.
 
Tiga menit terbuang sia-sia karena melototin komen-komen di IG Awkarin. Gini lho, Awkarin ini lagi berduka ya tolonglah ngatain dia lain kali aja ((lain kali aja)). Emang kalo pasanganmu meninggal kamu curhat di socmed terus dibilangin ‘bego lo pacaran sama orang kayak gitu, pada akhirnya cuma ditinggal mati kan’ atau ‘makanya tobat jadi orang yang bener’emangnya situ seneng, nggak kan. Btw, orang yang bener itu gimana ya? komentar nggak pada konteksnya di socmed orang itu apakah udah bener juga. Ehem.

Wednesday, July 13, 2016

Belajar Memanah

Sebelum kalian membaca tulisan ini, saya ingatkan bahwasanya ini bukan tulisan tutorial memanah yang baik dan bener. Jadi, kalau kalian memiliki penyakit mual, perih, kembung saya harap JANGAN membaca tulisan ini. Karena ini hanyalah tulisan berisikan pengalaman seorang gadis kecil berkepang dua belajar memanah. Biar kalau manah cowok ganteng tepat sasaran mulu. Ehhh :p

Cerita ini berawal di bulan Mei lalu, saat si gadis kecil yang kita sebut saja Ida yang tak lain dan tak bukan adalah aku sendiri, mendapat broadcast di Whats App berupa foto/pamflet belajar memanah di Bulan Ramadhan. Tapi dasar aku-nya yang kebanyakan mikir macem anak scorpio, akhirnya baru daftar H-2 bulan Ramadhan. Itu pun pas daftar sisa dua tempat. Alhamdulillah, masih rejeki anak sholehah.



Alasan aku pengen belajar manah memang bukan karena sunnah Rasul. Iya, aku nggak sealim muslim kebanyakan. Tapi karena……
.
.
.

Saturday, April 30, 2016

Salah Siapa?

Kecelakaan di jalan adalah fenomena yang sudah tidak asing di Indonesia. Kalau nggak sesama motor ya antara motor dengan mobil, mobil dengan mobil, motor dengan bus, bus dengan mobil dan lain sebagainya. Yang jelas bukan antara aku denganmu. Noted.

Masalah yang terjadi adalah, semakin besar kendaraan semakin yang di salahkan. Misal, tabrakan antar motor dan mobil, pasti yang diminta tanggung jawab si pengendara mobil. Padahal, belum tentu pengendara mobil yang bersalah. Bisa jadi kan kecelakaan itu karena motornya yang ngawur berkendaranya. Walau tidak menutup kemungkinan ada yang memang salah si pengendara mobil.

Saturday, April 23, 2016

Selamat Hari Buku Dunia 2016


Haloooo... selamat hari buku sedunia untuk para penikmat buku. Jujur aja, aku baru tahu kalo ada hari buku sedunia (kalo mau baca sejarahnya bisa di sini). Bahkan di Indonesia juga udah ada hari buku nasional. Kalo nggak salah tanggal 17 Mei. Berarti sebulan lagi ya..

Ngomongin soal buku, aku dari SMP ada keinginan untuk nulis buku. Minimal sekali seumur hidup pernah mengeluarkan karya berbentuk buku. Apa aja. Kisah hidup, novel atau kumpulan puisi. Pokoknya jadi buku gitu aja.

Tapi semakin aku ngebet pengen bikin buku semakin miskin ide-ide untuk di tulis. Semakin ada peluang semakin krisis semangat untuk menulis. Selalu gitu. Sampe sekarang. Jadi ya kalau pengen nulis ya nulis aja. Taruh di blog. Ada yang baca alhamdulillah, nggak yaudah. Udah nggak ada target apapun sama tulisan yang pateng tlecek di blog ini.

Yang jelas keinginan untuk punya karya dalam bentuk buku masih ada sampai sekarang. Tinggal mewujudkannya. Semoga saja, masih ada kesempatan. Amin. So, sekali lagi SELAMAT HARI BUKU SEDUNIA 2016 sahabat semesta :*



*PS : hargai karya penulis dengan tetap beli buku yang original yaaakkkk, kalo nggak bisa beli pinjam aja ke temen atau ke perpustakaan :)

Tuesday, November 10, 2015

Selamat Hari Pahlawan

Gegara materi Bang Arie Kriting di SUCA (Stand Up Academy) beberapa waktu yang lalu, hari ini aku jadi kepo-kepo di twitter dan instagram dengan hastag #haripahlawan. Yoi, si Bang Arie ini bilang fenomena Hari Pahlawan pasti ada beberapa gelintir manusia yang salah menempatkan makna. Misal, ada yang mengucapakan "selamat hari pahlawan mama-papa, kalian adalah pahlawan hidupku". Kurang lebih begitu inti dari materi stand up Bang Arie.

Padahal, Hari Pahlawan tanggal 10 November di peringati untuk mengingat jasa-jasa para pejuang yang memberi kontribusi nyata untuk bangsa kan? Memperingati Pertempuran Surabaya antara Indonesia dan sekutu setelah Indonesia di nyatakan merdeka. Bayangin, harusnya setelah merdeka para pahlawan bisa leha-leha, ee malah ada perang lagi. Perang besar pula. Makanya, peristiwa tersebut di kenang sebagai Hari Pahlawan. Kalau nggak percaya tanya Mbah Gugel aja deh, soalnya barusan aku juga tanya.

Bahkan, yang lebih parah lagi, aku nemuin ada yang upload poto pacarnya di instagram terus di kasih caption ''kamu adalah pahlwan hatiku, selamat hari pahlawan''. Lhah? Saran aja sih ya, dunia perkalenderan kita tu udah canggih, ada hari kasih sayang, ada hari ibu, ada hari ayah, bahkan ada hari anjing juga lho. Kurang keren apa coba perkalenderan dunia kita. Masak kayak gitu aja gagal paham sih. Aku kan jadi terharu~

Ya, meskipun konteks pahlawan itu luas. Siapa pun dan bagaimana pun yang pernah berjuang untuk sesuatu hal, bisa juga di sebut pahlawan. 

Okelah, aku juga mau mengucapkan SELAMAT HARI PAHLAWAN untuk para pejuang Indonesia yang telah mati-matian memperjuangkan kebahagiaan bangsa ini. Semoga, jasamu mulia adanya. Love. (=^.^=)




Friday, September 18, 2015

Kamu Cantik Kalau Pake Jilbab

Pernah nggak sih kalian denger atau ngebaca kalimat "kamu cantik lho kalau pake jilbab" atau "eh si dia kalau pake jilbab kayaknya lebih cantik," atau "kenapa kamu lepas jilbab, kan cantikan kalau pake jilbab" dsb. Andaikan kalian adalah orang awam (artinya memposisikan diri sebagai orang yang jauh dari pemahaman agama), apa yang ada dipikiran kalian ketika mendengar atau melihat kalimat tersebut?

Kalau aku ya, yang ada dipikiranku adalah : PAKE JILBAB BIAR CANTIK. Jadi kalau pengen cantik ya pakai jilbab. Toh fashion jilbab sekarang udah keren, artis hijab udah banyak, aksesori memenuhi buat berbagai macam gaya. Kurang apalagi coba?

Aku emang bukan orang baik, bahkan jauh dari sempurna, terlebih soal agama yang aku anut. Masih belajar dan terus belajar. Soal da'wah, bagiku boleh dengan cara apa saja, asal tidak merusak dari esensi agama. Lha kalau menyuruh orang pake jilbab biar cantik, itu esensinya apa?

Jujur aja ya, kalau emang tujuan berjilbab biar cantik aku mending lepas jilbab. Bukannya apa-apa, kalau jadi cantik terus banyak yang naksir kan repot nolaknya. Pucinglah pala Moly... :p :p

“Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istri, anak-anak perempuan dan istri-istri orang Mukmin, ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka mudah dikenali, oleh sebab itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Ahzab : 59)

(=^.^=)

Thursday, September 10, 2015

Tak Lagi Sama

"Tak lagi sama"
"Apanya?"
"Dunia"
"........."

Hening. Dan....... selesai. Tamat.
Maaf, kalo ngeselin. Sekarang serius ya. Serius? Yakin? Hmmmmm. Oke, nggak penting~ Aku emang mau nulis tentang sesuatu yang tak lagi sama. Harap jangan kecewa kalau itu bukan tentang perasaanku.

Tuesday, September 8, 2015

Kuda yang Baik

Eh, kalian pernah nggak sih ketemu kuda di bangjo (perhentian lampu lalulintas)? Yang narik delman itu, ditarik pak kusir yang sedang bekerja, tuk tik tak tik tuk tik tak tik tuk, suara sepatu kuda. Pada hari Minggu ku.....Stooppp! kembali ke topik. Oke. Jadi aku mau cerita nih, beberapa hari yang lalu aku papasan sama kuda di bangjo. Dan itu lebih dari dua kali. Kira-kira pertanda apa ya? #bukaprimbon

Aku khawatir, itu isyarat dari pangeran kuda-ku disebarang sana. Apa aku mau di lamar ya? Oke, ini udah nglantur. 

Monday, August 31, 2015

Membasmi Jentik-jentik Nyamuk

Aku lagi sebel nih, sama bak kamar mandi di rumah. Setelah sekian lama aku perhatiin, ini bak kamar mandi rupanya ngelunjak. Manja. Minta di perhatiin terus. Aku kan jadi kerepotan. Kayak dia aja yang harus aku urusin. Nggak pengertian emang. Habis ini kita putus. Ehh~

Saking jengkelnya, akhirnya aku konsultasi dengan berbagai macam pihak. Mengenai bak kamar mandiku yang manja itu. Dari sekian banyak solusi yang ditawarkan akhirnya aku memutuskan mengambil langkah ‘aman’ untuk menangani si bak kamar mandi ini.

Wahai teman-temanku, bak kamar mandiku ini kecil. Dulu selalu bersih. Kurang lebih 1 minggu sekali baru di kuras. Tapi akhir-akhir ini 3 hari habis dikuras udah muncul jentik-jentik nyamuk. Ini satu bulan bisa lebih dari 5 kali nguras. Lama-lama jadi bianaragawati aku :|

Akhirnya, cara aman yang kulakukan adalah bak kamar mandi aku kasih irisan daun jeruk purut. Pertimbangannya, adalah karena ALAMI. Daun jerut purut kan wangi dan katanya mengandung antioksidan gitu. Bukannya jentik-jentiknya mati, bak kamar mandiku malah penuh daun jeruk. Ditambah kembang bisa buat siraman tuh.

Ini aku yang salah strategi atau emang jentik-jentiknya yang terlalu kuat ya….. Huaaaa, pusing pala eikeee.

Duh, maaf ya kalau ada yang kena jebakan cat woman, dari judulnya pasti mengira isi tulisan ini adalah cara-cara ampuh membasmi jentik nyamuk yang keren. Tapi malah ngebaca curhatannya manusia spesies langka calon binaragawati tersesat. Maaf~


(=^.^=)

Friday, July 24, 2015

Antara Aku, SUCI 5 dan Ketawa ala Kuntilanak

Ada yang aneh dengan diriku. Itu yang ku alami beberapa hari ini. Sory kalau prolognya malah curhat begini. Tapi perlu diketahui, aku ini adalah salah satu manusia spesies langka penggemar film-film action. Kata temen-temenku itu membawa dampak buruk buatku. Galak, judes dan keras kepala. Emang apa hubungannya ya nonton film action sama punya style yang kata orang-orang galak dan judes?

Setelah dipikir-pikir emang bener sih. Aku ini kurang hiburan banget. Menjadikan sesuatu menjadi serius. Se-serius kalau aku ini sebenarnya makhluk luar angkasa yang nyamar jadi makhluk berspesies langka. Ups sorry. Apa-apa dibawa pikiran, pikiran apa-apa dibawa. Lama-lama jadi kepikiran kan.

Singkat cerita, tetiba aku jadi penggemar acara SUCI (Stand Up Comedy Indonesia) KompasTV. Berbalik 1800 dari hobiku nonton film-film mikir dan cenderung memacu adrenalin. Eh nonton SUCI juga memacu adrenalin lho, adrenalin buat orang-orang disekitarku yang tiba-tiba terbangun karena suara ketawaku yang hampir mirip kuntilanak. Soalnya tayangan SUCI kan tiap kamis malam, alias malam jum’at. Apa jadinya kalau malam-malam ada cewek ketawa 8 oktaf dengan keras. Pasti horor.

Monday, July 13, 2015

Belajar Dari Tokoh Idola

Apa sih belajar dari tokoh idola itu? Adalah semacam ngefans ke seseorang yang kita sebut tokoh idola dan kita belajar dari kehidupannya. Jadi ngefans yang baik gitu. Nggak cuma stalking aktivitas hidupnya atau caper di sosial medianya.

Buat aku ngefans itu adalah belajar. Artinya, ketika aku ngefans sama seseorang aku pengen belajar dari dia. Baik dari pengalaman baiknya atau buruknya. Karena baik buruk seseorang itu relative, tergantung dari sisi mana kita melihat.

Aku ngefans sama Marshanda. Dari jaman dia jadi Lala di sinetron Bidadari sampai detik ini aku menulis. “Dia kan gila Da, habis cerai lepas jilbab, masak kayak gitu kamu ngefans?”. Bodo amat itu kataku. Seperti yang aku bilang tadi, baik buruk seseorang itu relative tergantung dari sisi mana kita melihat. Memang aku nggak suka dia yang lepas jilbab, terlepas apapun alasannya. Tapi aku mengagumi kegigihannya dalam mencapai karir, kreativitasnya, juga parenting dia ke Sienna anaknya saat itu.

Koleksi Sosial Media

Mau curhat sedikit nih. Kan beberapa hari ini aku nggak aktif dalam jamaah sosial media yang aku ikuti. Alasannya simpel, pengen ngurangin kepo-kepo gitu. Wajarlah, hidup nggak tenang tanpa ngeliatin aktivitas mamas Chris Hemsworth gitu. Apalagi Pakde Jason Stahtam yang makin kece. Duhh, jadi pengen kepo lagi kan?

Terus dengan sengaja paketan internet di HP nggak aku isi (ini mah alasan nggak punya duit aja -,-). Gegara itu, aku jadi nggak tahu ada informasi acara buka bareng yang diadain beberapa temenku. Kesel sih. Kok nggak ada yang sms gitu (merasa terlupakan nih). Aku jadi mikir, mungkin tuntutan teknologi sudah semakin mewabah. SMS dan telpon sudah bukan prioritas utama lagi. Nggak punya sosial media = ketinggalan jaman = nggak gaul.

Apa ada yang salah dengan puasaku?

Mau nulis yang rada serius nih. Serius nggak jelasnya tapi :D :D Jadi beberapa hari yang lalu aku bukber (buka bersama) dengan beberapa teman kuliah. Disela-sela obrolan kami, salah satu teman ada yang bilang “Alhamdulillah ya, puasa kali ini terasa mudah banget, padahal kalau masih awal-awal biasanya berat” Terus teman yang lain komentar “mungkin karena kita udah biasa puasa sunnah, jadi nggak kerasa berat”.

Aku waktu itu cuma diem aja. Karena jujur saja, puasaku di awal-awal kemarin berat banget rasanya. Bahkan puasa pertama aku malah tidur seharian. Bukan, bukan karena aku nggak tahan lapar. Tapi memang benar adanya, aku merasa berat puasa pertama kemarin. Apa ada yang salah dengan puasaku?

Monday, July 6, 2015

Pasang Surut Niat

Niat itu seperti ombak di lautan. Pasang surut sukanya. Terkadang kelewat over malah. Banjir deh. Tapi seriusan nih, aku lagi ditahap sedang pasang surutnya sebuah niat mulia. Ah kalian mesti mikirnya lamaran, iya kan? bukan, bukan itu. Kalau dilamar sekarang mah Alhamdulillah. Niatnya bakal pasang muluk. Pertanyaannya cuma satu sih, siapa yang mau nglamar?? Pangeran kuda? Atau pangeran elang? :p :p

Nah niat mulia apakah itu? Ya pokoknya ada, ada aja gitu. Sebuah niat yang udah jauh-jauh hari aku semayamkan dalam sanubari, bahkan sudah ku ukir bagai prasasti. Halah. Tapi namanya juga manusia, tempat salah dan lupa. Ni niat cuma ngambang doang. Pasang juga nggak, surut juga nggak. Maunya apa??


Tapi apapun itu, pengen deh niat itu nggak sekedar niat doang. Realisasinya dong..!!! Udah ah gini aja, nulis juga capek. Padahal niatnya mau nulis panjang. Nahkan, si niat lagi-lagi nggak mau kompromi. Auk ahhh….. Selamat sore..

(=^.^=)

FILM kesukaanku

Bicara soal film, aku ini emang suka banget nonton film. Tapi akhir-akhir ini jarang ke bioskop. Bukannya nggak punya uang atau nggak punya temen. Semakin hari ada aja yang bikin susah mencari celah untuk sekedar nongkrong ke Mall. Kalau mau nonton malem ntar susah pulangnya. Semenjak udah nggak kos lagi, aku tinggal di rumah. Jarak rumah ke Mall paling deket kurang lebih ditempuh 1 jam tanpa macet. Capek.

Jadi, mau nggak mau kalau pengen nonton film cari file-nya di warnet. Jadi anak warnet deh. Suatu hari ada temen pinjam laptop, pas buka file-file film-ku dia bilang “ya ampun Mol, isi film-mu kalau nggak action ya horor,”
Terus aku jawab “emang kenapa?”
“Pantesan kamu galak, judes, misterius, mbakat psikopat lagi”
Syok tiba-tiba dibilang gitu. Belum juga ilang syoknya si temen nyamber lagi. “Eh ada film india juga, pantes kamu aneh,”.
Jadi selain galak, judes, misterius, mbakat psikopat aku ini juga aneh. Fix, image-ku langsung rusak seketika >.<

Friday, June 26, 2015

Nggak Penting

Apa sih yang terbersit di benak kalian jika menemukan sesuatu yang kalian anggap nggak penting. Sebagian besar pasti mengerutkan dahi. Lalu sebagiannya lagi nyletuk-nyletuk.”Ihh apaan sih” “Nggak penting banget sih”. Jangan lupa, itu nyletuknya pakai ekspresi jijik gitu. Bener nggak? Aku yakin pasti bener…… ngawurnya.

Tapi serius nih, ngomongin hal nggak penting perempuan itu jagonya. Misalnya tiba-tiba marah- marah nggak jelas. Yang di ajak ngomong nggak tahu masalahnya apa. Nggak penting kan. Adalagi pas lagi nonton terus ngomentarin filmnya, eh itu penting ya. Nggak pentingnya tu kalau lagi nonton terus komen-komen nggak jelas, itu baru nggak penting banget. Ya nggak?

Monday, June 8, 2015

Antara Selfie dan Narsis

Sebenernya kalau sekarang ngomongin selfie udah basi banget. Bahkan orok baru lahir udah tahu selfie. Iya nggak? Kalau belum tahu, ni aku kasih tahu. Selfie itu adalah foto diri sendiri yang di ambil sendiri menggunakan kamera. Jadi kalau ReMo sedang foto sendirian tapi di fotoin teman itu namanya bukan selfie.

Udah jadi fenomena setiap insan punya jiwa untuk memfoto dirinya sendiri. Terbuktikan di IG (instagram) banyak sekali orang berfoto selfie. Tapi perlu diketahui ReMo sekalian, bahwasanya selfie yang berlebihan bisa mengakibatkan kita tumbuh menjadi pribadi yang narsis. Tahu kan apa itu narsis. Narsis itu adalah penyakit. Lhah kok bisa, sakit apanya? Ya sakit jiwanya lahhh.

Thursday, February 12, 2015

#FebruariBerseri hari ke-10 : Hey Kamu

Hey kamu, iya kamu, yang selalu menyita waktuku. Aku rindu. Aku rindu. Semoga kau tahu. Bahwa rasa ini tak palsu.

Hey kamu, iya kamu, yang selalu mengitari jiwaku. Aku cinta. Aku cinta. Semoga kau merasa. Bahwa rasa ini ada.

Hey kamu, iya kamu. Jangan berpura-pura. Karena rasa tak kan bisa berdusta. Semoga kita bisa bertemu. Dalam naungan waktu. Dalam dekapan cinta. Karena Cinta.

Hey kamu, iya kamu. Udah dulu ya..... :D :D



*Hey kamu, dimana KAMU?

Tuesday, February 10, 2015

#FebruariBerseri hari ke-8 : Tumblr

T-U-M-B-L-R alias tumblr, mungkin kalo di baca jadi : tambler atau umbel? hohohohoho. Jujur aja, aku nggak tau kelebihan dari sosial media satu itu. Ketika aku tanya sama teman-temanku jawabannya rata-rata gini "kamu bakal tahu kalau udah bikin". Oke, kemarin aku bikin itu tumblr. Dengan akun :


Berarti umur tumblr ku udah dua hari ya. Tapi tetep sampai hari ini, detik aku nulis ini, aku tetep nggak paham apa kelebihan si tumblr ini. Aku cuma tahu, ini sosial media bisa buat nulis-nulis dan upload foto. Udah gitu aja... Selebihnya, aku cuma gedeg-gedeg kepala.

Mungkin ada yang berminat menjelaskan? hohohohoho...

Wednesday, February 4, 2015

Jajan Lagi Euy.......

Kegilaanku akan jajan ternyata tidak hanya di pasar saja guys (baca disini). Tetapi di supermarket langganan juga.  Supermarket langgananku kebetulan ada dua tempat. Yang satu tak jauh dari rumah, yang satunya lagi berada di kabupaten. Dimana keduanya selalu setia menyediakan camilan-camilan kesukaanku. Memang sih, jajanan yang aku pilih di supermarket tidak jauh dari yang ber-MSG-ria. Kayak chiki-chikian yang renyah dan gurih gitu. Tidak seperti di pasar yang jajanannya khas jajanan pasar.