Wednesday, November 5, 2014

kepadamu

Mungkin, di sela tawaku terselip kerinduan
Terselip rasa di perantara asa
Menantang hari tanpa merasa bersalah
Selalu..
Tak peduli jiwa akan cinta
Tak peduli nestapa akan rasa
Hanya tawa menyamarkan semua
Hingga hati ini tahu
Kepadamulah rindu itu berlabuh

Jogjakarta, 5 November 2014

02:08PM

Thursday, October 23, 2014

QS. An-Najm : 49


Karpet Kukusan Telur Tabur Keju

Sepertinya lama banget Molydha nggak berkreasi. Padahal dengan berkreasi membuat otak kita selalu aktif. Sebenarnya nggak ‘mati’ begitu saja sih hobi berkreasinya, cuma malas saja. Hahahahhaha. Berhubung kemarin lagi ‘home alone’ iseng aja berkreasi di rumah. Memanfaatkan bahan makanan yang ada di dapur dan masak yang aneh-aneh. Memadukan berbagai macam resep makanan yang di olah untuk kebutuhan perut pribadi. Masak apakah itu?

Tuesday, October 21, 2014

History of Molydha Part III #Edisi25tahun

Tibalah pada Part III, bagian akhir dari History of Molydha. Mungkin tak semua bisa tergali dengan baik. Tetapi semua ini sudah lebih dari cukup. Aku bisa belajar dari perjalanan hidupku yang nano-nano ini. Agar aku bisa semakin bersyukur bahwa aku masih diberi kesempatan oleh Tuhan untuk selalu menjadi insan yang baik. Hidup tak selamanya tak menoleh kebelakang bukan?

History of Molydha Part II #Edisi25tahun

Mendengarkan orang bercerita tentang aku dari lahir hingga tahun 1997 (baca disini) rasanya campur aduk. Antara senang dan sedih. Membayangkan bagaimana masa kecilku yang penuh kejutan. Nggak kebayang pula bagaimana repotnya bapak dan ibu dulu punya anak seperti aku. Mulai tahun 1997 ke atas aku sudah bisa sedikit mengingat pertumbuhanku. Meskipun banyak yang sudah menguap juga.

History of Molydha Part I #Edisi25tahun

Mencoba mengingat-ingat sebuah kenangan. Baik dari ingatan pribadi atau pun dari cerita orang lain yang pernah menjadi saksi hidupku (halah). Nggak semua mencakup sih. Tapi seenggaknya, ada sekelumit cerita yang membuatku terharu, tertawa, sedih atau pun marah. Dan inilah sejarah singkat hidup seorang Molydha, yang dirangkai dengan hati :

Thursday, October 16, 2014

Bapak-Anak #EdisiUltah

Hari ini, aku merayakan ultahku sendiri. Sendirian. Sederhana saja, aku beli kue kecil dan mampir warung makan untuk sekedar mengisi perut. Setelah itu aku pergi ke Perpustakaan Bantul untuk sekedar menulis-nulis. Nah disini, di perpustakaan ini, aku melihat seorang bapak yang begitu asyik bersama anak lelakinya melihat-lihat buku. Anak tersebut kurang lebih berusia tiga tahun. Aku perhatikan terus interaksi bapak dan anak tersebut.

Kemudian aku teringat ketika tadi makan di warung. Saat aku sedang menikmati makanku, tak sengaja mataku menangkap pemandangan yang membuatku tertarik untuk melihatnya. Ada dua meja di antara meja-meja warung makan itu berisi seorang bapak dengan anak laki-lakinya. Meja yang sederet dengan mejaku seorang bapak dengan anak laki-laki yang aktif. Si anak makan sambil jalan kesana kemari. Sedangkan meja yang satu lagi berisi seorang bapak dengan anak yang cenderung asyik dengan makanannya.

Lalu apa yang membuatku begitu memperhatikan mereka?