Thursday, November 21, 2013

Bunga-bunga di TBN #Edisi KL



Jelajahi tempat-tempat indah di selilingmu selagi sempat, karena kesempatan tak kan pernah datang dua kali.

Kata-kata di atas tercetus ketika aku sedang KL (Kerja Lapangan) di Cipanas, Cianjur, Jawa Barat. Karena setiap weekend selalu saja aku berkeliling menikmati tempat-tempat wisata di sekitar Cipanas. Dan kali ini, pada hari Minggu 28 Januari 2012 TBN menjadi salah satu tujuannya.

Pak Bon ku yang Hebat




Pak Bon, begitu aku memanggilnya. Beliau adalah tukang kebun di SD ku. Jangan berfikir kalau beliau adalah seorang bapak-bapak berumur lanjut usia. Beliau masih muda, umurnya kurang lebih 23an saat itu. Karena jarak sekolahku jauh dari rumah (20an menit naik motor) maka aku selalu berangkat pagi-pagi bareng bapak-ibu. Setiap pagi aku selalu mendapati beliau menyapu halaman sekolahku. Dan aku selalu menyapanya “sugeng enjang Pak. Selamat pagi Pak”, dengan riang gembira. “Sugeng enjang Ida, wes sarapan durung. Selamat pagi Ida. Sudah sarapan belum?” jawab beliau sekaligus bertanya balik. “ sampun Pak. Sudah Pak” jawabku sambil ngloyor masuk ke kelas.

Wednesday, November 13, 2013

Kado Itu Do'a




Kemarin malam (12/10/13) saya terheran-heran melihat bungkusan berisi sajadah tergeletak di kursi makan di dapur. Sebenarnya lebih tepat disebut karpet, karena ukurannya lebih besar daripada sajadah pada umumnya. Mungkin karena bercorak masjid sehingga saya bilang itu sajadah. 

Puncak Merapi Yeeeaaahh #Merapi 2

Puncak Merapi belum tergapai. Yupz, ketika melakukan tiktok ke Merapi beberapa bulan yang lalu, kami terkena badai dan hujan sehingga menghambat untuk melanjutkan perjalanan kami ke puncak. Padahal saat itu tepi kawah sudah berada 100m didepan kami. Tetapi karena kabut yang gelap, kami tidak berani mengambil resiko untuk melongok sejenak melihat kawah. Takut-takut salah pijak malah jadi santapan lezat lahar nan panas itu. So, keinginan mengunjungi Merapi masih menjadi keinginan terkuat.


Dua minggu setelah pendakian Sindoro (yang gagal muncak juga karena lagi ‘berhalangan’) Dimas ( kakak angkatan di kampus) kembali mengajakku muncak ke Merapi lagi (yupz, merapi #1 waktu itu juga sama Dimas). Awalnya aku nolak, karena aku yakin banget tanggal yang ditentukan itu (09 Maret 2013, satu bulan pas dari pendakian Sindoro) mendekati atau bahkan tanggal aku mendapatkan “tamu agung” alias “haid”. Aku nggak mau kayak di Sindoro waktu itu. Gagal muncak karena takut nggak kuat. Tapi aku berfikir ulang, bukannya aku masih kuat ya waktu itu, aku nggak muncak karena takut nggak kuat aja kan. Setelah dibujuk-bujuk oleh Avy sahabat dekatku di kampus, karena dia pengen banget naik gunung, akhirnya luluh sudah aku dan memutuskan untuk ikut. Demi kamu lho Vy :3

Sindoro Oh Sindoro


Candu itu kembali minta penawar. Dua bulan setelah pendakian Merapi ternyata hati ini belum puas menikmati keindahan alam. Pendakian pun selalu dinanti. Meskipun skripsi masih terlukai. Hahahahaha, sedikit miris sih dengan keadaan diri sendiri, seakan-akan mendaki adalah pelampiasan dari pengerjaan skripsi. Tapi pending dulu lah ngomongin skripsi ini, kita beranjak ke perjalanan menuju Sindoro, hohoho.

Perjalanan ini berawal dari sms kakak angkatan di kampus “Pengen naik gunung lagi nggak?”. Tanpa babibu lagi aku membalas “pengeeennnn, mau naik kemana, kapan, sama sapa aja, ada ceweknya nggak?” dengan sederetan pertanyaan bagaikan kereta ekspres. “minggu depan ke sindoro sama temen-temen KKN ku, ada ceweknya juga kok, si Eka, kamu pasti kenal”. Aaaahhh, rasanya begitu bahagia akan kembali beraktivitas menikmati alam. Oke Sindoro, tunggu kedatanganku!

Thursday, October 24, 2013

Perempuan Asertif, Mengapa Tidak?


Saat membuka timeline twitter, tiba-tiba saya melihat twit dari seorang teman : 'Kahn (1981) mengatakan bahwa perempuan yang berperilaku asertif, kerap dituduh agresif. Banyak yang tidak suka. padahal asertif itu perlu'. Apa itu Asertif?

Kasih Sayang Ibu Sepanjang Masa



Kasih ibu kepada beta
Tak terhingga sepanjang masa
Hanya memberi tak harap kembali
Bagai sang surya menyinari dunia
(Lagu)

Beberapa pekan lalu kita masih saja dihebohkan dengan kasus AQJ seorang anak dari publik figur yang terkena musibah kecelakaan. AQJ seorang anak berusia 13 tahun yang mengendarai mobil menabrak pembatas jalan di tol Jogorawi sehingga menyebabkan tujuh orang tewas dan beberapa luka-luka. Hingga sampai saat ini AQJ masih dalam pemulihan.

Kemudian kita juga dihebohkan dengan kasus batalnya pertunangan Zaskia Gotik dan Vicky. Diketahui bahwasanya Vicky telah menikah dan mempunyai anak. Dia juga dinyatakan buronan karena suatu kasus yang menimpanya.

AQJ dan Vicky sama-sama dinyatakan tersangka atas kesalahan mereka, upss saya bukan hakim. Saya tidak tahu julukan apa yang tepat untuk kasus mereka berdua. Akan tetapi khalayak umum telah menyudutkan kata bersalah untuk mereka. Artinya mereka berdua mempunyai kesalahan yang harus dipertanggung jawabkan. Namun disini saya tidak akan membahas kesalahan-kesalahan mereka dan bagaimana tindak hukumannya. Itu bukan ranah saya. Ada hal yang menarik perhatian saya dari dua kasus tersebut. Yaitu peran kedua ibu mereka.