Thursday, December 12, 2013

Ngadem di Merbabu yang Kelabu #Merbabu 2

Ini adalah pengalaman pertama saya mendaki gunung dengan teman-teman pendaki dari sebuah kelompok pendaki non mahasiswa. Biasanya saya mendaki gunung dengan teman-teman saya di UGM atau dari MAPALA (Mahasiswa Pecinta Alam) sebuah universitas. Namun kali ini berbeda, saya naik gunung bareng dengan pendaki dari TEMPE (Teman Pendaki) Kartosuro, dan POKPINK –singkatannya lupa- dari Ceper, Klaten.

Ceritanya bisa bareng mereka adalah ketika mas Hanif dari TEMPE ini ngajakin buat mendaki merbabu. Kebetulan lagi nggak ada acara, yaudah ikut aja. Kenalan dengan mas Hanif ini juga di sebuah acara di Camping Bani Saman, karena sama-sama IPM makanya nyambung. So, biar nambah temen dan pengalaman, saya pun menerima ajakannya. Dengan asumsi menjajal mendaki bareng bersama teman-teman non mahasiswa.

Saturday, November 30, 2013

Perjalanan hati #Sagarmathamovie



Tak selamanya kita membeli buku karena menemukan buku tersebut, akan tetapi buku yang menemukan kita untuk dibeli….

Pernyataan diatas merupakan pengalamanku ketika ada sebuah buku mencuat diantara tumpukan buku yang merayu mataku untuk dilihat. Buku itu seakan ingin dibeli olehku. Nadrenaline : Catatan Petualangan Nadine Chandrawinata, judul buku tersebut. Dari judulnya sudah terlihat bahwa buku tersebut karya Nadine Chandrawinata, Putri Indonesia 2005. “Nadine bikin buku petualangan?” pikirku saat itu. Maka berpindahlah buku itu dari rak ke tanganku. Tanpa pikir panjang, setelah membaca sedikit sinopsisnya aku pun segera pergi kekasir dan segera membayarnya. Mungkin ini pertama kalinya aku membeli buku tanpa ‘ngincer’ sebelumnya, beli secara tiba-tiba tanpa direncanakan. Mungkin karena ada kata ‘petualangan’ yang membuatku tertarik, karena saat itu darah petualanganku lagi berdesir-desirnya, hohohoho. 

Oh ternyata kak Nadine suka petualangan ya. Tapi disini aku tak membahas secara lebih isi buku kak Nadine, karena tulisanku ini memang bukan untuk membahas isi buku tersebut. Akan tetapi karena buku tersebut saya jadi menanti film ‘Sagarmatha’ yang diceritakan kak Nadine disalah satu bagian buku ‘Nadrenalin’ itu. Dimana didalamnya kak Nadine cerita dia melakukan syuting untuk sebuah film berjudul ‘Sagarmatha’ di India dan perbatasan Nepal, tepatnya di Pegunungan Himalaya. Salah satu gunung impian yang ingin aku daki. “oh kayak apa yaa filmya” batinku saat itu.

Ohh Koskosan Gayam



Jum’at 29 November 2013 pukul 12.49 saat aku membuka twitterku, tetiba ada mention dari mas Awang di twitter yang dikirim satu jam sebelumnya. Bunyinya : 


Dear @molydha ,kami tetap ada disini kok, minggu depan kita ketemu lagi, tertawa bersama lagi. KAMI TIDAK TAMAT. Deal?

Twitter ini membalas mention saya ke @Kos2anGayam :

kyknya gk rela kalo #koskosangayam bkn om2 @awangizm @ItsRhino lagii, tp kalo emg pergantian ini @Kos2anGayam @GeronimoFM lbh baik, knp gk..

Dan sungguh, rasanya seneeeeeennnnggg banget. Aku seneng bukan karena di mention mas Awang lho yaaa.. hehehehe. Tapi aku seneng karena Koskosan Gayam, drama radio, yang sering aku dengerin nggak jadi tamat. Nah apa itu Koskosan Gayam? Aku ceritain yaaaa…

Tuesday, November 26, 2013

Mungkin........

Mungkin, kita cukup saling tahu
Siapa aku, siapa kamu,
Siapa sebenarnya kita
Saling mengerti satu sama lain
Saling mengerti mimpi-mimpi yang kita buat

Mungkin, kita mulai bercerita
Tentang aku, tentang kamu
Tentang kita
Tentang sebuah masa yang akan kita lewati kelak
Tentang harapan yang akan kita capai

Mungkin, kita harus saling mengenal
Mengenal pribadi masing-masing
Mengenal kehidupan yang kita jalani
Mengenal keluarga kita
Mengenal tentang harapan dan mimpi-mimpi

Mungkin sudah saatnya kita melangkah kedepan,
Kedalam sebuah janji suci
Untuk merangkai mimpi dan harapan


Jogjakarta 26 Nov 2013

Hetrik Merapi #Merapi 3



Merapi lagi. lagi-lagi merapi. Memang alam tak pernah membosankan. Berapa kalipun kita datangi pastinya akan membawa keindahan dan cerita yang berbeda. So, Mengawali Mei kali ini menapaki Merapi kembali, yang artinya menapaki untuk ketiga kalinya. Tentu saja dengan teman yang berbeda dan tantangan yang berbeda pula. Tantangan kali ini adalah aku menjadi guide merapi. Karena aku satu-satunya yang pernah mendaki gunung yang pernah dijaga Mbah Marijan dahulu dalam rombongan ini.

Alam takkan memberikan kebosanan, meskipun kau datangi berkali-kali.

Ceritanya si Udin teman pendakianku di Sindoro dan pendakian Merbabu meminta tolong aku untuk mengantarkan dia dan teman-teman kampusnya ke Merapi. Karena punya waktu kosong yang pas maka aku mau-mau aja. Toh hampir 2 bulan aku tak mendaki kemanapun, hati ini tengah merindu pada alam.

Hiking Cibodas #Edisi KL



Masih dalam rangka KL (Kerja Lapangan). Masih dalam rangka memanfaatkan waktu weekend untuk menjelajah Cipanas dan sekitarnya. Hohohoho. Ekspedisi weekend Sabtu 25 Februari 2012 kali ini adalah Taman Cibodas. Cagar alam yang berada di bawah lereng gunung Gede ini terletak di kawasan Cibodas, kira-kira barat daya Cipanas. Taman ini masih dalam naungan TNGP (Taman Nasional Gede Pangrango). Didalamnya terdapat taman-taman yang masih alami, hutan-hutan, dan juga air terjun. Karena teman-teman ku sudah pernah ke Taman ini melalui pintu depan –sehingga akses kesananya naik angkot- kali ini kita akan melalui pintu belakang dengan cara jalan kali. Semacam hiking begitu. Hohohoho

Setelah persiapan, perbekalan dan antek-anteknya siap, kami pun segera berangkat dari kosan kurang lebih pukul 06.00 pagi. Asumsi kami sampai ditempat 1,5 jam, karena anak ibu kos yangmasih SD saja jalan kaki kesana kurang lebih dengan waktu segitu. Tapi ternyata ee ternyata, perempuan cantik-cantik ini kalah dengan anak SD. Baru beberapa meter jalan sudah ngosngosan. Setiap kali melewati jalan yang menanjak selalu berhenti lama –ini mah juga sambil foto-foto- hehehe.

Menjadi Guru Karena Ibadah




“bunda, kenapa bunda tetap jadi guru sedangkan bunda sudah punya toko yang beesaaaarr sekali,” tanya putri kecilku saat aku mengoreksi hasil ujian murid-muridku sambil menemaninya belajar. Dia bertanya dengan mimik yang lucu, serta tangannya yang membentang menandakan dia sedang membicarakan sesuatu yang besar. “bunda punya toko untuk bunda kerja cari uang sayang, sedangkan bunda jadi guru kerja untuk ibadah,” jawabku sambil mencubit pipinya yang lucu. “ maksud bunda kerja untuk ibadah? Kan bekerja itu hanya untuk cari uang saja kan bunda?” tanya dia lagi.