Monday, December 30, 2013

Ciuman Nafsu dan Sayang, Bedanya Tipis…

Pada dasarnya saya sendiri bingung kenapa saya ingin menuliskan tentang ciuman nafsu dan sayang. Emang kenapa coba, nggak jelas banget kan. Mungkin efek dari sering nonton film yang ada adegan ciumannya kali yaa, hehehe. Jadi pengen banget mengulas soal ciuman. Ciuman antara laki-laki dan perempuan yang lagi pacaran, kayak di film-film gitu. Kalau mereka ciuman, itu ciuman sayang atau nafsu ya, hehehe, soalnya selama ini saya kalau mencium seseorang karena sayang, lha wong yang tak cium bapak-ibu saya dan bayi-bayi mungil milik saudara atau temen. Jelas sudah ciuman saya ini ciuman sayang, hehehe. Nah kalau ciuman nafsu?


Seperti halnya cemburu dan cinta, ciuman nafsu dan sayang itu bedanya tipis, tipis banget malah. Kalau di film-film, jelas adegan ciuman yang dilakukan pemainnya lebih ke acting atau sandiwara belaka. Saya yakin mereka menggunakan perasaan hanya sekian persen, apalagi nafsu. Jelas nggak mungkin kayaknya. Akan tetapi kalau di kehidupan nyata? Akankan sepasang kekasih saling ciuman itu hanya sandiwara. Jawabannya cuma dua, ciuman nafsu dan sayang.

Dalam hal ini saya ingin menyempitkan topik, yaitu hanya ciuman pipi saja. Karena menurut hemat saya, ciuman bibir itu jelas sudah terlihat sebagai ciuman nafsu. Liat aja di film-film kalau nggak percaya, atau ada yang mau buktikan? Hehehee, kalau udah nikah boleh lah yaa…. :D sedangkan ciuman pipi, justru ini yang sulit ditafsirkan, ini ciuman sayang atau nafsu.

Ada kan ya, seseorang yang mengungkapkan rasa sayang terhadap pasangannya dengan ciuman di pipi. Biasanya ciuman ini terjadi sebagai ungkapan terimakasih atau ungkapan sayang yang mungkin tak bisa di wujudkan dengan kata-kata. Tetapi bagi saya kalau belum nikah terus ciuman (walau hanya pipi) begitu tetap aja nggak setuju. Karena menurut saya perwujudan rasa sayang itu nggak harus diungkapkan dengan ciuman. Dengan saling mengerti, memahami, peduli dan penuh maaf menurut saya itu justru rasa sayang yang sebenarnya. Bahkan mungkin cinta. Karena yang ada justru ciuman nafsu lah yang muncul. Atas nama sayang sebagai kamuflase perwujudan nafsu untuk menyentuh secara fisik pasangannya. Ini menurut saya sihh…..

Lantas jikalau ada seseorang laki-laki mencium pipi perempuan atau sebaliknya yang bukan pacarnya, calonnya, atau pasangannya itu karena nafsu atau sayang ya? Apalagi jika ciuman itu jadi kebiasaan hubungan antara laki-laki dan perempuan yang belum ada ikatan suci diantara keduanya. Jadi sulit dibedakan bukan, ciuman yang mereka lakukan ini karena nafsu atau sayang?

Ada contoh kasus lagi yang menarik. Ketika ada laki-laki atau perempuan yang tengah tertidur, tiba-tiba ada lawan jenisnya yang datang dan ‘mencuri’ ciuman. Sering kan ya di film-film itu ada adegan cewek yang lagi tiduran tiba-tiba dicium sama cowok, terus habis itu si cewek bangun, ditampar deh tu cowok. Uppss, kok sadis banget. Atau ketika si cewek terbangun tiba-tiba si cowok langsung nembak si cewek. Terus jadian deh, jiaaahhh ini mah film, jadi sah-sah aja. Kalau di kehidupan nyata, ya ampuuunn kasian banget ya yang jadi korban ciuman itu, walau di pipi sekalipun. Iya, kalau ntar mereka jadian terus nikah. Kalau nggak? Jahat banget orang kayak gitu itu, udah nyuri apa yang bukan haknya. ckckckckck.
 
foto adegan 'pencurian' ciuman yang saya ambil dari cuplikan film-film
Bisa jadi lho, orang yang mencium seseorang yang tengah tertidur karena nafsu yang tak bisa di bendung sehingga nyium-nyium nggak jelas lawan jenisnya yang tengah tertidur (dan mungkin sedikit terjaga). Tapi bisa juga seseorang itu mencium karena rasa sayang. Karena mungkin gemas dengan seseorang yang dihadapannya tengah tertidur, diciumlah dia. Jadi, orang ‘nyuri’ ciuman itu karena nafsu atau sayang? Nahloh bingung kan, nyium karena apa tuh?

Duhhalahh, kenapa jadi mbahas orang ciuman yang tengah tertidur.  Ya sudahlah,  yang jelas bagi saya ciuman nafsu dan sayang itu bedanya tipis banget, selamat siang (=^.^=)

Bantul, 30 Desember 2013

2 comments: