Sunday, August 24, 2014

Kembar Mayang


kembar mayang di pernikahan yang saya hadiri

Saat lagi asyik menyantap snack di acara resepsi pernikahan, tiba-tiba salah satu simbah-simbah (nenek-nenek) pembawa kembar mayang menjatuhkan mayang yang dibawanya. Terlihat dari wajahnya, simbah tersebut sepertinya tidak kuat membawa mayangnya. Menjatuhkannya tepat disamping saya. Entah kenapa, begitu mayang dijatuhkan langsung menjadi rayahan beberapa tamu undangan yang datang. Tanpa berfikir panjang saya pun ikutan mengambil. Karena paling dekat, saya pun bisa mengambil kelapa muda yang menjadi incaran para tamu.

Begitu saya membawa kelapa muda ke tempat duduk, langsung disambut simbah dan ibu saya. Mereka bilang “wah rejekimu nduk enthuk kembar mayang” wah rejeki kamu nduk dapat kembar mayang. Lalu saya pun bertanya “emang bagusnya apa”. Jawab simbah saya pokoknya bagus. Saya pun tanya terus mengenai kembar mayang. Dan simbah saya hanya bilang “pokoknya bagus”. Duh mbah. Kemudian, sepulang dari resepsi saya pun mencari tahu mengenai kembar mayang dan menuliskannya disini.


Dari beberapa tulisan yang saya baca, kembar mayang merupakan serangkaian hiasan dekorasi pada upacara adat jawa. Terutama pada upacara pernikahan. Biasanya kembar mayang dihiasi dengan janur (daun kelapa yang masih muda), bunga-bunga, daun-daun, buah-buahan, dan kelapa muda. Dimana setiap ragam yang disajikan memiliki makna tersendiri. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat disini.
 
contoh kembar mayang
gambar saya ambil dari goole
Dinamakan kembar mayang karena pada upacara tersebut terdapat dua mayang (sepasang mayang). Mayang sendiri dalam bahasa jawa berarti bunga yang baru tumbuh. Kembar mayang berarti sepasang kembang yang baru tumbuh. Jika dikaitkan dengan upacara pernikahan dapat diartikan sepasang pengantin yang akan memasuki dunia baru (rumah tangga). Makna lainnya yaitu sebagai pesan kepada sang pengantin, untuk selalu bisa mempertahankan keutuhan rumah tangganya sesulit apapun halangan yang dihadapi.

Kembar mayang biasanya dibawa oleh dua gadis atau dua jaka atau dua nenek. Detail alasan mengapa harus dibawa gadis atau jaka atau nenek belum saya dapatkan. Apakah yang membawa mayang ini diharuskan orang tertentu juga belum saya temukan. Akan tetapi, beberapa upacara pernikahan yang saya hadiri selalu dibawa nenek-nenek. Saya juga nggak tau, ini asal ambil nenek atau harus nenek-nenek tertentu. Yang jelas dibawa oleh dua orang, itu saja. Mungkin jika pembaca ada yang tahu boleh dishare.

Lalu kaitanya dengan mengambil ragam pada kembar mayang itu apa? Konon, mitos yang beredar jika kita mengambil salah satu ragam dari kembar mayang dapat memperlancar rejeki. Bahkan, banyak orang yang sengaja mendatangi tempat pernikahan hanya untuk mengambil ragaman kembar mayang tersebut.

Contohnya saja pasangan suami-istri yang (maaf) sampai sekarang belum dikaruniai keturunan, berusaha mengambil kelapa mudanya agar cepat diberi momongan. Sebab, kelapa muda dalam simbol jawa selalu dikaitkan dengan kesuburan perempuan. Lalu, ada yang sengaja mengambil bunga atau buah dalam kembar mayang dikarenakan rumah tangga saudaranya sedang buruk. Sengaja dicarikan kembar mayang pengantin supaya rumah tangga tersebut baik lagi.



Budaya Jawa dalam masyarakat desa masih kental adanya. Jadi tidak heran jika masih banyak orang yang mencari-cari berkahnya. Termasuk berkah dalam kembar mayang tadi. Nah, mengesampingkan hal itu, saya mengambil kelapa muda bukan karena pengen segera punya anak lho ya. Lha wong saya juga belum nikah. Kalau simbah saya bilang itu rejeki saya untuk bisa segera menikah, tanpa mengambil kembar mayang sudah saya amini itu. Namanya juga di do’akan yang baik, ya di amini saja kan, hehehee. Jadi saya mengambil murni karena iseng saja. Bukan karena mitos apapun. Eehh ndilalah dapatnya kelapa muda. Malahan, besok bisa dibikin es kelapa muda. Hahahhahahaa. (=^.^=)

No comments:

Post a Comment