Thursday, September 12, 2013

Merapi Tiktok Tiktok

Setelah kejadian di Lawu, membuat aku berpikir ulang kembali tentang pendakian. Dulu sempat berfikir, bahwa keinginan mendaki hanyalah sekali seumur hidup. Lama-lama kelamaan dalam diri ini muncul keinginan untuk mendaki seluruh gunung di Jawa Tengah (nggaya total ini). Rasa penasaran akan keindahan alam yang ditawarkan, ternyata melunturkan seluruh rasa takut. Hingga akhirnya tawaran untuk mendaki merapi tak dapat ditolak.

Wednesday, September 11, 2013

Memory Tegang in Lawu



Kita penantang impian
Di atas awan kita kan menang
Kita penakluk dunia
Di atas awan kita kan menang, menang
(Nidji – Di Atas Awan)

Kalau denger lagu Nidji tersebut, mengiangatkan ku akan pendakian di lawu. Menantang dan menegangkan. Sebab pada dasarnya, sehabis pendakian Sumbing, aku masih rada trauma mendaki lagi. Capeknya, pegel-pegelnya, dan bikin kulit muka ngelupas. Tapi, yang namanya sudah cinta dengan alam, apapun resikonya hajar saja. Maka, ketika di ajak Dimas kakak angkatan di kampus untuk mendaki Lawu, akunya mau-mau aja. Dan kali ini tantangannya bukan hanya masalah pegel-pegel. Apakah itu? 

Sumbing : Sejuta Rasa Pendakian Pertama

Pernah suatu ketika, saat aku masih SMP, ditanya oleh seorang teman “apa cita-citamu?” langsung aku jawab dengan tegas “menjadi penjelajah dunia”. Seorang penjelajah yang melancong ke berbagai negri sambil menikmati alam. Ah, itu cita-cita jaman dulu, ketika aku belum tahu apa-apa, bahkan ketika aku mengucapkannya pun banyak ditertawakan. Cita-cita yang aneh kata teman-temanku.

Bromo : Sahabat Gunung Pertamaku



Alam adalah sahabat terbaik, begitu aku bilang ketika pertama kali menginjakkan kaki di kaki gunung Bromo ini. Landscape yang cantik, dengan hiasan hamparan ladang yang luas, bunga beraneka ragam berjejer manis di sepanjang jalan, puncak gunung menjulang tinggi dengan balutan kabut tipisnya. Subhanallah aku bisa menikmati salah satu ciptaan-Nya yang maha indah itu.

Tuesday, September 3, 2013

Jejak Roda Sepeda



Sepeda itu pun melaju dengan cepatnya, meninggalkan jejak-jejak roda yang membekas pada tanah. Melesat jauh dan jauh. Tapi apakah kau mengira jejak itu akan terhapus. Tidak. Jejak roda itu tak akan hilang begitu saja, dia akan terus berada diatas tanah yang nantinya akan tertumpuk jejak-jejak yang lainnya. Atau jika hujan tiba, dia yang akan sudi untuk menghapusnya. Seberapapun kau melaju jauh, kau kayuh sepedamu, kau takkan pernah bisa menghapus jejak mu. Seperti halnya perasaan manusia, semakin kau ingin melupakan, semakin ia mengekorimu sepanjang waktu. (=^.^=)






Senja dan Fajar


“Kau laki-laki dan aku perempuan, mengapa kita tak berjodoh?” ungkap Senja terhadap Fajar dipenghujung malam. 
Senja di Sumbing

Wednesday, June 5, 2013

Tentang Waisak

Waisak merupakan hari suci umat agama Buddha, dimana dilaksanakan pada pertengahan bulan Mei saat bulan purnama. Perayaan Waisak ini memperingati tiga hal, yaitu lahirnya Siddharta, pencapaian Agung Siddharta, dan kematian Siddharta. Tiga peristiwa tersebut dinamakan Trisuci Waisak. Di Indonesia, secara tradisional perayaan Waisak dilaksanakan secara terpusat di komplek Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.