Disaat
kemalasan menulis melanda, entah kenapa tangan ini tetep nggak mau nganggur. Tapi
mau dipaksa-paksa menulis juga otak udah teler. Akhirnya, di sela-sela waktu
(yang biasanya digunakan) untuk menulis aku gunain buat bikin-bikin sesuatu
gitu. Apa saja. Bahkan kalau dirumah biasanya masak (ecieeeehhh nggaya betul). Dan
itu sering kulakuin ketika waktu senggang dan malas ngapa-ngapain. Bikin apaan
sih yaaaa….
Hanya goresan pena untuk mencurahkan asa dan rasa. Berbagi cerita untuk menjadikan hidup lebih hidup. Karena hidup adalah petualangan (=^.^=)
Saturday, April 5, 2014
Thursday, March 20, 2014
Dear Malaikat Keluargaku
Selamat
pagi malaikat keluargaku, selamat 40 hari kau menuju keabadian yang sempurna. Apakah
engkau baik-baik saja? Adakah yang membuatkanmu teh panas manis di pagi begini?
Teh spesial yang dibuat di teko pot dengan tutup teko kuno. Ah pasti ada, dan
mungkin rasanya lebih nikmat daripada teh buatanku atau ibu.
Jujur,
kadang aku masih tak menyangka kau telah meninggalkan kami. Meninggalkan kami
untuk selama-lamanya. Terkadang aku mulai berfikiran konyol, membenarkan adanya
realitas dalam sinetron yang dulu pernah heboh. Sinetron yang antara judul dan isinya
nggak nyambung blas. Judulnya “Rahasia Illahi” tetapi isinya kalau nggak arwah orang
gentayangan, mayat bangkit dari kubur atau mayat yang udah bertahun-tahun
dikubur masih utuh. Aku nggak pernah tahu itu benar atau nggak. Yang jelas
selama 40 hari ini aku selalu berfikir aku akan mengalami kehadiranmu yang
bangkit dari kubur.
9214
Jika dilihat dari angkanya,
sepertinya 9214 adalah angka yang biasa saja. Tapi jika dianalogika seperti
huruf, dengan 9 adalah huruf ‘G’, angka 2 yang berdempet dengan angka 9
membentuk huruf ‘R’, lalu angka 1 adalah huruf ‘I’ dan angka 4 adalah ‘A’, maka
terbentuklah kata GRIA. GRIA = GRIYA = Rumah = Tempat Pulang.
Hanya kebetulan, atau
memang sudah takdirnya, alam memberikan petunjuk kepada seseorang untuk pulang
melalui sebuah penanggalan.. Ya, dia kini yang tengah berbahagia disisi Tuhan
adalah seseorang yang menyukai perhitungan alam mengenai penanggalan. Sehingga
ketika dia menuju rumah-Nya diberi sebuah tanggal yang bermakna ‘pulang’. Tak
ada yang menduga ataupun mengira, hanya berbaring sebentar langsung pulang
begitu saja. Sepertinya 9214 adalah takdir untuknya agar segera pulang.
Takdir setiap manusia
untuk kembali keasalnya pasti satu persatu akan di alami setiap insan. Hanya
tinggal menunggu waktu saja, kapan kami pulang ke griya-Nya yang apik. Selamat
berbahagia wahai malaikat keluargaku, tugasmu sebagai manusia di bumi telah
usai. Seperti Rasulullah kau pulang dalam usia 63 tahun dan telah melewati
skenario Tuhan dengan baik. Semoga Tuhan merengkuh kebaikan-kebaikanmu, hingga
kau disandingkan dengan orang-orang sholeh di griya-Nya. Aamiin…
#Late post#
10-2-14, 4:51am
#Late post#
10-2-14, 4:51am
Wednesday, March 19, 2014
Harapan
Hey,, ada apa dengan kehidupan
Mengapa ia menjadi enggan
Bahkan terlihat bosan
Apakah sudah tak ada lagi harapan
Lihatlah alam
Ia semakin ragu
Terpuruk dan tenggelam
Dalam kehidupan palsu
Lantas, apa pedulimu?
Tak kau lihatkah kehidupan merindukanmu
Merindukan sosok bersahaja
Yang membawa kemaslahatan bangsa
18 Maret 2014
10:01pm
Catatan Perjalanan Semeru #Part III
Melanjutkan
kisah Catatan Perjalanan Semeru #Part II. Dari sini pendakian dimulai. Canda
dan tawa menghiasi perjalanan kami para TSIer. Keramaian kami mulai menggaung
di belantara Semeru. Seperti apa ceritanya?? Hmmmm…
Dear, kamu
Kamu,
kamu yang telah lama aku tunggu. Kamu yang seperti laki-laki pencakar langit.
Kamu yang memiliki tatapan mata tegas seperti elang, ketenangan jiwa yang
lembut, tutur kata yang cerdas dan sikap yang berwibawa.
Kamu,
kamu yang kuterima bukan karena hartamu, apalagi parasmu. Kamu, yang aku pilih
karena keshalihanmu dan rasa cintamu pada Tuhanmu. Kamu, yang selalu
meyakinkanku untuk menempuh tujuan bersama, menjadikanku makmum yang bersahaja,
membimbingku setiap saat, serta membawa keluarga kecil kita dalam naungan
sakinah, mawadah dan rahmah.
Dear, kamu. Akan ada suatu masa, kamu
akan menemukanku. Kita bukan manusia yang telah dipertemukan dari bayi. Kita
juga bukan manusia super seperti dukun yang bisa meraba isi hati dan pikiran
masing-masing. Kita adalah dua insan yang sebelumnya belum saling mengenal.
Mari, perlahan kita saling mengenal, saling memahami, saling tukar pikiran,
samakan tujuan dan rencanakan masa depan. Sebelum kau pinta baik-baik pada
orangtuaku tolong kenali aku, pelajari sikapku, dan pahami sifatku, karena aku
pun akan begitu terhadapmu. Kita sama-sama belajar. Jangan kau buru-buru ikuti
cintamu. Tapi ikuti kata hatimu, memilihku bukan keharusan bukan pula
kewajiban. Begitu juga ketika aku menerimamu. Kita saling menerima karena hati
kita yang saling memilih.
Sunday, March 16, 2014
Catatan Perjalanan Semeru #Part II
Disinilah
cerita petualangan Semeru dimulai. Setelah berdarah-darah galau akan ikut atau
tidak (Part#1). Kepingan-kepingan setiap peristiwa tersusun rapi membentuk
paragraf cerita akan suka dan dukanya perjalanan. Seperti berjalan dalam sebuah
lorong, pasti kita akan menemui bagian lorong yang sedikit gelap atau bahkan
gelap sekalipun. Dari sini aku dapat mengatakan bahwa setiap perjalanan pasti ada cerita, disetiap cerita pasti tersembunyi
makna, dan makna itulah perjalanan hidup sesungguhnya. Ini lah mulainya petualanganku di Semeru…
Subscribe to:
Posts (Atom)


