Tuesday, September 17, 2013

Rasa suka itu...

“aku menyukai aroma tanah ini, aroma tanah yang terkena tetesan hujan pertama,” kataku lantang pada Quee sahabatku yang mengomentari tingkahku hari ini.


Ya, begitu hujan turun aku segera bergegas keluar dan berdiri tegak di ujung teras dengan mata terpejam dan tangan membentang seakan-akan menyilahkan tetesan hujan itu mengenai sekujur tubuhku, kemudian cuping hidungku bergerak-gerak membaui aroma tanah yang terkena tetesan hujan tersebut. “mengapa bisa kau menyukainya Kiran?” tanya Quee. “entah, aku hanya tahu aku menyukainya,” jawabku mantap. “kau menyukai sesuatu tanpa alasan Kiran,” protes Quee. “mengapa harus beralasan? Haruskah rasa suka itu selalu mempunyai alasan? Bukannya rasa suka yang dari hati itu justru jika tidak beralasan?”. “aku tak paham mkasudmu Kiran..” tanya Quee lagi. “ketika kita menyukai sesuatu kadang kala kita bingung mengapa kita bisa menyukai hal tersebut, tapi justru itulah suka dari hati, karena kita menyukai sesuatu ikhlas dari hati, bukan paksaan dan bukan karena ini itu. Kita benar-benar suka dan kita menikmatinya,” jelasku panjang lebar. “apakah ini berlaku juga ketika kita menyukai seseorang Kiran?” tanya Quee dengan mengerling nakal. “iya...” jawabku mantab sekali lagi. (=^.^=)

No comments:

Post a Comment