Saturday, June 28, 2014

Lawu lagi? Hmmmm

Sebenarnya hampir aku nggak akan menuliskan tentang perjalanan ke Lawu ini. Soalnya selalu punya kesan buruk disana. Tapi nggak adil banget, kalau setiap perjalanan ke Gunung selalu aku torehkan dalam goresan pena sedangkan perjalanan kali ini nggak ada. Yah, semoga dengan menuliskan perjalanan ke Lawu ini ada banyak hal yang bisa diambil manfaatnya (terutama aku pribadi).

Ada banyak hal yang tidak kita sadari, bahwa ada pelajaran di setiap perjalanan

Sebenarnya tahun ini (2014) aku sudah dua kali ke Lawu. Pertama, saat tahun baru. Tapi hanya ngecamp di beberapa meter dari basecamp. Kedua kalinya, ya yang akan aku ceritakan ini. Yaitu pada tanggal 2-3 Februari 2014. Kebetulan ke Lawu ini juga karena nemenin teman dari Jakarta yang katanya kangen banget sama Lawu. Sebagai teman yang manis dan baik aku temenin deh.

Kami hanya nanjak berdua saja. Sedikit nekat memang. Menurutku sih. Soalnya Lawu sih. Coba kalau gunung lain, kayak Merapi atau Merbabu. Berdua sih oke-oke aja. Tapi ini Lawu kawan. L-A-W-U LAWU. Masih saja teringang-iang pertama kalinanjak di Lawu dulu. Huff..

Tetapi temanku baik banget. Dia memotifasi aku untuk tetap semangat nanjak. Menghilangkan rasa takut untuk naik ke Lawu lagi. Bahkan di saat emosi menyelimuti ku akibat efek macem-macem (yang sulit dijelaskan). Dia tetap sabar sekali. Tetap ngayomi aku kayak adek sendiri. Padahal dia lebih muda dari aku. Hahahahhaa

Kami berangkat dari Jogja sehabis subuh. Keren banget kan. Sampai Lawu kurang lebih pukul 9 kurang. Begitu sampai basecamp kami disambut hujan. Jadi mengurungkan niat untuk langsung nanjak. Baru pukul 10 kurang kami mulai nanjak. Hai Lawu bersahabatlah denganku yaaa…

Pelan dan santai. Tak banyak orang mendaki saat itu. Karena waktu kami nanjak hari Minggu. Justru kebanyakan pendaki yang kami temui adalah pendaki yang turun. Bukan yang naik. Tetapi kami santai saja. Anggap aja jalan sendiri ehh :p Pos 1 berhasil kami lewati dengan baik. Disana cukup ramai dengan pendaki yang sedang istirahat (untuk melanjutkan turun). Setelah itu lanjut pos 2. Begitu kami berdua sampai pos 2 hujan turun. Beruntung hujan turun di pos 2. Jadi kami bisa berhenti untuk shalat dan istirahat sembari menunggu hujan reda.

Banyak orang bilang, kawasan Lawu itu cuacanya sulit ditebak. Tiba-tiba hujan. tiba-tiba cerah. Tiba-tiba mendung. Serba tiba-tiba gitu. Seperti hari itu dari bawah terlihat cerah ternayata diatas mendung lalu hujan. Berasa di PHP-in banget yaaa…


Setelah cerah kami lanjutkan nanjaknya. Pos demi pos kami lewati. Begitu sampai pos IV, gerimis kembali menghadang. Tapi karena tidak ada tempat untuk berteduh mau nggak mau kami harus bermantel dan tetap melanjutkan perjalanan. Huff, mana pos IV ini tangga. Bikin capek. Pengen banget rasanya ngeluh sengeluh-ngeluhnya. Huhuhuhu.

Lebih baik diam, daripada bicara hanya mengeluh  –ibukku-

Ketika diperjalanan menuju sendang kami dihadang oleh angin yang cukup kencang. Aaakkkkhhhh, udah hujan eh gerimis ditambah angin kencang lagi. Nikmat macam apa pula ini. Jalan ngoleng-ngoleng terus diterpa angin. Semacam orang sempoyongan karena mabuk gitu. Sepertinya perjalanan kali ini harus disponsori istighfar banyak-banyak deh. Hohohoho.

Setelah sendang, lewati pos V, dan akhirnya sampailah ditempat Mbok Yem. Alhamdulillah. Bisa istirahat. Kami sampai ditempat Mbok Yem setelah maghrib, pukul 6 lebih dikit sepertinya. Setelah bebersih badan, makan malam dan shalat kami pun tidur. Tampak diluar sana hujan dan angin saling bersahutan. Meraung-raung menina bobo kan para pendaki yang haus akan keindahan di gubug Mbok Yem ini. Ya Allah semoga besok pagi cerah.

Ternyata alam pagi itu tak mau bersahabat. Do’a ku melayang entah kemana. Rencana kami akan muncak pukul 5 pagi menjadi tertunda karena kabut masih tebal dan mendung (dengan sedikit gerimis). Akhirnya setelah benar-benar (dikatakan) lumayan cuacanya, kami berdua pun (bersama rombongan dari Surabaya) muncak pukul 6 lebih.

Sampai puncak pukul 7 kurang dikit. Alhamdulillah. Bisa sampai puncak juga. Dengan kondisi cuaca yang aduhai ini hanya ada kami berdua dan 4 orang rombongan dari Surabaya tersebut. Yaudahlah, kalau rame-rame antri fotonya lama. Padahal kabut tebel, foto juga cuma putih doang. Huhuhuhu, menyedihkan :(


Kurang lebih satu jam kami dipuncak. Setelah itu kami lanjut untuk turun. Kami tak mampir tempat Mbok Yem lagi, sebab atribut kami sudah kami bawa sampai puncak. So, langsung deh kami turun. Begitu selesai melewati sendang, ternyata cuaca cerah banget. Asem.

Yaudahlah nggak papa. Namanya juga bermain dengan alam. Kita nggak akan pernah tahu bagaimana dia akan mengeluarkan pesonanya. Tapi apapun keadaannya, jika kita menikmati dengan hati, pasti akan tetap terlihat indah. Terimakasih Lawu, untuk perjalanan kali ini. Kapan-kapan aku berkunjung lagi, dan semoga kamu mau bersahabat denganku. (=^.^=)

2 comments: