Friday, June 12, 2015

Finally Gunung Andong

Lama banget nggak ngisi kolom penjelajahan alam naik Gunung di blog. Maafkan Hayati ya ReMo, sepertinya Hayati semakin tua, beban hidup semakin banyak, hingga apalah daya tubuh ini. Hakdes!! Cuma mau bilang kurang piknik aja syusyaaahhhh -_____- kangen gunuuuunggg….!!!! Masak sepanjang 2015 belum naek gunung sama sekali *padahal juga baru sampe Juni* Eh, tapi pas ngobrak-abrik file di laptop rupanya tahun 2015 ini aku pernah  naik gunung coba. Kenapa Hayati bisa lupa abang? Apa salah Hayati. Mungkin Hayati sudah tua >.<



Daripada semakin basi, mending aku ceritain aja ya, kemana kaki daku ini ngesot. Daaaaannn…. Taa..raa…. Molydha pergi ke Andong, trek trek trek. Yup, April kemarin, 25-26 April 2015, untuk pertama kalinya aku ke Andong. Salah satu gunung di kawasan Magelang Jawa Tengah. Tepatnya di daerah Ngablak Magelang Jawa Tengah.


Untuk pertama kalinya pula aku ngesot di gunung sama teman-teman di rumah. Oya, FYI teman-temanku di rumah udah lama ini sering banget pada maen ke Gunung juga. Cuma belum jodoh aja aku bisa ngesot bareng mereka. Kami ngesot berduabelas, ada aku, Mia, Atul, Lisa, Tata, Tia, Fatur, Dita, Andi, Aris, Kluthuk, dan Andi. Kecuali Tia (temen kuliah Mia), semua adalah tetangga satu dusun, tapi beda-beda RT.
Masih muka bantal, tapi tetep HAALLLOOOOO
Awalnya kami akan berangkat dari Jogja pukul 8 pagi. Berhubung hujan deras masih saja setia dari malam, akhirnya pukul 10.45 kami berangkat dari dusun kami tercinta menuju Magelang. Perjalanan kurang lebih 2-3 jam. Berhubung ketika berangkat ada yang tersesat saat jemput Tia, Terus ada yang nyungsep ke basecamp lain ( FYI di Andong ada 2 basecamp), pukul 14.50 kami baru sampai di basecamp.

Kalau mau rute yang kami lewati dari arah Jogja, dengan amat sangat baik hati akan Hayati kasih. Jogja (jalan Magelang) – Klenteng sebelum pasar Muntilan belok kanan – Lurus terus ikuti jalan ke arah Ketep – Dari Ketep Pass ikuti jalan terus yang ke arah Wekas – Pertigaan belok kanan, kalau kiri ke arah Temanggung – ikutin jalan lagi aja – kalau udah nemu pasar Ngablak nanti kiri jalan ada gapura masuk aja – dari sana lurus terus nanti nemu pertigaan – silahkan pilih karena dua-duanya jalan menuju basecamp, tapi beda basecamp – kalau saya ambil yang kanan.

Pukul 15.00 kami mulai trekking. Pertama-tama lewati belakang rumah penduduk, siapkan masker biasanya limbahnya bauknya amazing. Jalannya kalau hujan licin walau berbatu. Lalu setelah itu bertemu ladang penduduk. Baru kemudian masuk hutan kawasan Gunung Andong.

readyyyyyy GO....!!!!
macem raksasa dan liliput
Sebenarnya, gunung ini hanya memiliki ketinggian kurang lebih 1.463 mDpl (berdasarkan Wikipedia) atau 1.726 mDpl (berdasarkan sumber yang lain). Akan tetapi trek yang dilalui dibuat memutar, jadi cukup lama kami sampai di puncak. Biasanya dari basecamp (manapun) menuju puncak dapat dicapai kurang lebih 2-3 jam. Sedangkan kami menempuh waktu kurang lebih 3-4 jam tetapi tidak sampai ke puncak. Selain karena puncak sudah penuh tenda dan saat itu hujan deras mau nggak mau kami berhenti dan mendirikan tenda di spot yang kami anggap layak. Soalnya di lereng puncak pas, jadi tanahnya miring.

Kami ke puncak keesok harinya. Di Andong ini puncaknya ada dua. Kalau di lihat dari tempat kami camp puncaknya jadi kayak punuk unta. Kalau dari bawah mungkin terlihat seperti gambar gunung jaman SD, bedanya di tengah nggak ada mataharinya, hohohohoho. Karena pagi berkabut kami nggak dapat sunrise. Hufff. Tapi nggak papa, pas kami ke puncak pertama, di arah barat terdapat Sindoro, Sumbing dan sembulan-sembulan bukit yang mungkin saja salah satunya adalah Gunung Prau.
punuk untanya cuma keliatan sebagian, kalah keren samamodel fotonya:p
pemandangan dari puncak pertama
Di puncak kedua, menuju puncak ini lewati lembah dulu, kami diberi pemandangan Merbabu nan gagah perkasa. Dibelakangnya tampak malu-malu si Merapi mengintip. Ahhh indahnya. Setelah puas menikmati dua puncak dank arena lapar pula, maka kami segera turun ke tempat camp untuk makan dan packing.
ini di lembah antara dua punuk..
maaf jika modelnya bikin sakit mata :D
di punuk kedua terlihat merbabu dan merapi

Pulangnya kami dikasih oleh-oleh nyasar di belakang rumah penduduk. Harusnya lewat jalan berbatu,kami malah lewatin tempat pembuangan limbah. Jadi hati-hatilah kawan. Karena selain licin baunya menggila. FYI again, kalau weekend rame pisan. Maklum Andong sekarang jadi favorit setelah Prau, apalagi untuk pendaki pemula. Ada yang bilang surganya pendakipemula malah. Okelah cukup sekian ceritaku di Andong.


(=^.^=)

No comments:

Post a Comment